Mahasiswa Fakultas Studi Islam UNISSAS Bedah Film “Lantai Persaudaraan”, Kupas Filosofi Budaya Saprahan

Mahasiswa Fakultas Studi Islam Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) melaksanakan kegiatan bedah film dokumenter berjudul “Lantai Persaudaraan” yang berlangsung di Aula Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid. Kegiatan ini mengusung tema “Visualitas dan Filosofi Budaya Saprahan: Membedah Tradisi Melalui Lensa Dokumentasi” sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mengkaji nilai-nilai budaya lokal melalui media dokumenter.
Kegiatan ini di inisiasi oleh mahasiswa Fakultas Studi Islam yaitu kolaborasi antara mahasiswa program studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) dan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Kegiatan tersebut dihadiri oleh civitas akademika, mahasiswa, serta tamu undangan yang antusias mengikuti jalannya diskusi dan pemutaran film dokumenter yang mengangkat budaya saprahan sebagai identitas masyarakat Melayu Sambas. Melalui film tersebut, peserta diajak memahami makna persaudaraan, kebersamaan, serta nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi saprahan. Kegiatan ini menghadirkan pemateri yaitu Dr. Sunandar, M.Hum dan Halim Setiawan, M.Sos.

Dekan Fakultas Studi Islam UNISSAS, Dr. Risa, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menginisiasi kegiatan edukatif dan bernilai budaya tersebut. Ia menilai bedah film dokumenter menjadi media yang efektif dalam memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda. “Mahasiswa telah menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah melalui pendekatan kreatif dan akademik. Budaya saprahan bukan hanya tradisi makan bersama, tetapi juga memiliki pesan tentang kebersamaan, persaudaraan, penghormatan, dan nilai-nilai sosial yang harus terus diwariskan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNISSAS, Dr. H. Arnadi, M.Pd turut memberikan sambutan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan budaya lokal melalui berbagai kegiatan ilmiah dan kreatif mahasiswa. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menghubungkan dunia akademik dengan kekayaan budaya masyarakat. Film dokumenter menjadi sarana refleksi sekaligus edukasi agar generasi muda semakin memahami identitas budaya daerahnya sendiri,” ungkapnya.
Melalui kegiatan bedah film dokumenter “Lantai Persaudaraan”, mahasiswa Fakultas Studi Islam UNISSAS diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal sekaligus menghadirkan ruang diskusi yang memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan kebudayaan di tengah masyarakat. (Asrul)
Komentar
Dr. H. Arnadi, M.Pd
- Rektor -
Assalamualaikum Wr. Wb. Syukur Alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas terbentuknya website Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Website…
Tautan
Arsip 2026
Januari 7 Februari 3 Maret 1 April 2 Mei 10 Juni 4Paling Dikomentari
Jajak Pendapat
IAIS Sambas akan bertransformasi menjadi Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Singkatan yang cocok menurut sobat apa ya?