UNISSAS Gelar Pendidikan Karakter Bahas Gender dan Masyarakat Modern Dalam Perspektif Islam

Sambas, 8 Mei 2026 - Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) kembali menggelar Program Pendidikan Karakter Mahasiswa dengan mengangkat tema kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Studi Gender dari LP2M UNISSAS, Yusrain, M.Pd, sebagai pemateri utama yang memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya membangun kesadaran gender secara adil dan proporsional.
Dalam pernyataannya, Rektor UNISSAS, Dr. H. Arnadi, M.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki wawasan luas, berakhlak, dan mampu menghargai sesama tanpa membedakan gender. “Kesetaraan gender bukanlah upaya untuk mempertentangkan laki-laki dan perempuan, tetapi bagaimana keduanya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, belajar, dan berkontribusi bagi masyarakat. Kampus harus menjadi ruang yang sehat untuk membangun pemahaman tersebut,” ujar Dr. H. Arnadi, M.Pd.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Islam telah mengajarkan keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia. Menurutnya, laki-laki dan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang harmonis dan penuh rahmat.
Sementara itu, Yusrain, M.Pd, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pemahaman tentang kesetaraan gender masih sering disalahartikan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa kesetaraan gender bukan berarti perempuan ingin menjadi laki-laki ataupun sebaliknya. “Kesetaraan gender bukan berarti perempuan ingin menjadi laki-laki, melainkan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap manusia untuk berkembang tanpa terhambat label gender,” jelas Yusrain.

Ia juga menambahkan bahwa dalam Islam, konsep gender dibangun atas dasar kerja sama dan saling melengkapi, bukan persaingan. Menurutnya, laki-laki dan perempuan diciptakan dengan peran yang berbeda namun memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. “Gender dalam Islam adalah tentang sinergi. Laki-laki tidak hadir untuk menguasai perempuan, dan perempuan tidak hadir untuk menyaingi laki-laki. Keduanya hadir untuk saling melengkapi dalam perjalanan menuju satu tujuan, yakni menjadi khalifah di bumi yang menebar rahmat bagi semesta alam atau Rahmatan lil ‘Alamin,” paparnya.
Program Pendidikan Karakter ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa UNISSAS. Para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan terkait pentingnya membangun lingkungan kampus yang inklusif, adil, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman. (Asrul)