• UNIVERSITAS SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
  • Iman - Adab - Ilmu

UNISSAS Gelar Pembekalan KKN 2026: Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Kemandirian Desa

Sambas, 15 Januari 2026 – Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin (UNISSAS) Sambas resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Mengusung tema "Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Masyarakat Menuju Kemandirian Desa", acara ini dipusatkan di Aula Utama UNISSAS pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat. Acara turut dihadiri oleh jajaran Camat, Kepala Desa dari berbagai wilayah lokasi KKN, serta jajaran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Assoc. Prof. Dr. Alkadri, M.Ag., dalam laporannya menekankan bahwa mahasiswa harus menjadi katalisator bagi desa. Ia menginstruksikan agar program kerja mahasiswa wajib menyentuh aspek kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan desa. "Kemandirian desa tidak akan tercapai jika kita meninggalkan akar budayanya. Saya minta mahasiswa untuk jeli melihat potensi lokal baik itu budaya, kerajinan, maupun tradisi untuk diangkat menjadi nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat," tegas Dr. Alkadri.

Rektor UNISSAS, Dr. H. Arnadi, M.Pd., dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan bentuk pengabdian nyata perguruan tinggi dalam memecahkan masalah di lapangan. "Kehadiran para Camat dan Kepala Desa di sini adalah bentuk sinergi. Mahasiswa harus mampu berkolaborasi dengan perangkat desa untuk mewujudkan tata kelola dan pemberdayaan masyarakat yang mandiri. Jadikan ilmu yang didapat di kampus sebagai solusi nyata bagi kebutuhan warga," ujar Dr. Arnadi.

Kehadiran unsur pemerintah daerah (Camat dan Kepala Desa) dalam pembekalan ini memberikan gambaran objektif mengenai kondisi sosiografis wilayah masing-masing. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kendala komunikasi dan memudahkan mahasiswa dalam melakukan observasi serta implementasi program kerja nantinya. Pembekalan ini akan berlangsung intensif, membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis masalah, penyusunan laporan berbasis digital, hingga etika berkomunikasi di tengah masyarakat pedesaan yang kental dengan adat istiadat. (Asrul)

Komentar